Followers

Gamers

Friday, January 30, 2009

Untuk orang muda, dari orang budget sudah tua. Heh...

Aku terfikir satu benda bila membaca entri ini.

Apakah perlu menghormati orang tua yang tak menghormati kita? Kau rasa?

Aku tak nafi, sudah 22 tahun aku hidup, aku jumpa berbagai jenis manusia yang lebih sial dari aku. Sebab mereka tua, mereka rasa mereka punya kuasa untuk ditakuti, barangkali... dengan bahasa lembutnya adalah hormat.

Aku sering terfikir, kenapa perlu hormat mereka walhal mereka juga manusia, mampu membuat silap. Lebih baik rasanya melayan mereka seperti kawan-kawan biasa. Hormat seperti biasa. Mesra seperti biasa.

Mampu membuat silap itulah yang memyebabkan aku dahulu berani melawan balik mereka. Tapi itu silap aku, kerana mereka memang benar adalah insan yang patut aku hormati.

Ibubapa aku juga manusia biasa, mampu membuat silap. Dan selalu juga dahulu aku kurang ajar terhadap mereka. Namun Allah membuktikan yang memang tidak silap untuk mereka dihormati walaupun mereka membuat silap. Mengapa kau tanya?

Semakin kau dewasa, kau akan belajar banyak ilmu. Dan ilmu-ilmu ini yang akan memadamkan kemarahan kau untuk menghormati mereka. Ego. Itu ada pada mereka, yang patut kau tahu, yang patut kau patuh dengan bijak. Dan percaya, mereka lebih pandai dari kita. Lagipun, kita bukannya pandai sangat kan?

Teringat satu kisah dari cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husain berkenaan menghormati orang tua. Tahu? Masih ingat?

---

Suatu kali, Hasan dan Husain, dua orang putra Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, melihat seorang tua yang tidak baik dalam berwudhu. Keduanya ingin menasihati orang tua itu. Akan tetapi keduanya masih kecil, sedangkan yang akan dinasihati adalah orang tua. Akhirnya keduanya bersepakat untuk mendekati orang tua itu, lalu berkata, “Paman, saya dan adik saya berbeda pendapat tentang cara berwudhu yang baik dan benar, dan kami tidak menemukan kata sepakat, oleh karena itu, kami meminta paman untuk melihat cara kami berwudhu, lalu paman memberikan penilaian.”

Lalu keduanya berwudhu dengan pengawasan orang tua tadi. Selesai keduanya berwudhu, orang tua itu mengatakan, “Wudhu kalian berdua itulah yang benar dan baik, dan wudhu saya-lah yang salah dan tidak baik, dan terima kasih atas nasihatnya yang baik”.

---

Moralnya kau tanya? Ya, mereka punya ego. Namun mereka punya hati. Jika kau menunjukkan cara baik, maka baiklah jadinya. Orang tua, jika mereka membuat silap sekalipun, kau boleh tunjuk dengan cara yang tersirat.

Jika kau rasa mereka membuat silap, ulangi perbuatan mereka dengan melakukan dengan betul di depan mereka. Yakin, mereka akan berfikir sendiri dan tahu akan kesilapan mereka. Ego akan menyedarkan mereka. Yakin tentang itu.

Namun ini hanya satu contoh. Aku tahu banyak kes dekat luar sana yang sukar nak mempraktikkan cara ini. Sabar ya. Sebab kelak kau tua, kau akan sedar yang menghormati orang tua itu adalah mesti.

Menghormati mereka, menegur mereka dengan rasa hormat... Bererti kau menyayangi mereka. Dari membiarkan mereka terus membuat silap, aku fikir, sedikit kurang ajar juga boleh. Niat itu penting ya. Sabar mesti ada. Kau sayang diorang tak?

Sumber:-
http://www.dakwatuna.com/2008/bagaimana-bersikap-terhadap-senior-bermasalah/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...